MAKASSAR — Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Sulawesi Selatan terus melangkah masif dalam mempercepat dan memperkuat kualitas penjaminan produk halal di wilayahnya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Mutu SDM Halal melalui Pembinaan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) yang digelar di Lantai 6 Gedung Menara Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan peserta pendamping halal ini dirancang khusus untuk menggembleng pemahaman, kompetensi, serta kapasitas P3H sebagai garda terdepan dalam proses verifikasi dan validasi produk halal, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).
Dalam forum tersebut, tiga figur kunci dari unsur regulator, pemerintah daerah, dan akademisi/LPH hadir memberikan arahan serta penguatan materi mendalam terkait pengawalan standar halal BPJPH.
Perwakilan BPJPH Sulsel, H. Rusfandi, menegaskan pentingnya posisi P3H dalam menjaga marwah dan kredibilitas label halal yang dikeluarkan oleh pemerintah.
"P3H adalah ujung tombak dalam pengawalan sertifikasi halal di lapangan. Melalui pembinaan ini, kami ingin memastikan para pendamping tidak hanya lihai secara teknis dalam mengidentifikasi bahan dan proses produksi, tetapi juga memegang teguh integritas tinggi. Jangan sampai ada celah dalam proses verifikasi, karena label halal BPJPH adalah bentuk tanggung jawab dunia dan akhirat kepada masyarakat," ujar H. Rusfandi di sela-sela kegiatan.
Dukungan terhadap penguatan SDM halal ini juga datang dari sektor tata kelola keuangan dan aset daerah. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Maros, H. Andi Samsophyan, SE., MM., menyoroti dampak ekonomi positif dari masifnya sertifikasi halal yang dikawal oleh P3H yang kompeten.
"Penguatan ekosistem halal memiliki dampak linier terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketahanan aset daerah di Sulawesi Selatan. Ketika UMK kita berhasil mengantongi sertifikat halal melalui pendampingan yang akuntabel, daya saing produk lokal akan melonjak pesat. Ini tentu menjadi stimulasi penting bagi perputaran ekonomi daerah," ungkap H. Andi Samsophyan.
Sementara itu, dari sudut pandang pengujian teknis dan akademis, Pimpinan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Alauddin Makassar, Dr. Cut Muthiadin, S.Si., M.Si., memaparkan materi krusial mengenai pemetaan bahan baku yang kritis (critical control point).
"Pendamping harus jeli dan memiliki pemahaman komprehensif untuk membedakan mana bahan yang tergolong bebas dari risiko (non-doubtful) dan mana bahan yang masih diragukan (doubtful/syubhat). Pemahaman inilah yang menjadi kunci utama agar berkas verifikasi P3H dapat lolos audit tanpa kendala teknis. Sinergi antara P3H yang cermat dan LPH yang profesional akan mempercepat penerbitan sertifikat halal tanpa mengabaikan ketatnya standar syariat," jelas Dr. Cut Muthiadin.
Selain pembekalan mengenai integritas dan titik kritis bahan baku, para peserta juga dibekali dengan strategi praktis dan tips and tricks agar berkas pendampingan yang diajukan dapat lolos verifikasi sistem BPJPH dengan efisien dan tepat waktu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para Pendamping Proses Produk Halal (P3H) di Sulawesi Selatan makin siap dan solid dalam mendukung akselerasi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
